Ditulis pada tanggal 8 Desember 2018, oleh admin, pada kategori Berita

(-Malang) Bertempat di kampus UB dieng pada tanggal 8 Desember 2018,  Fakultas Kedokteran Hewan menyelenggarakan Seminar dan Workshop mengenai Edukasi Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan untuk 50 pedagang se-Malang raya. Terselenggaranya Seminar dan workshop ini berlatar belakang dari banyaknya kasus di lapangan mengenai produk pangan asal hewan, pungkas drh. Dyah Ayu Oktavianie, M.Biotech selaku Wakil Dekan I dalam pembukaan acara.

pengmas 2

Acara seminar dibuka menjadi dua sesi dengan menghadirkan dua pemateri yaitu Dr. drh. Iswahyudi, MP dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Prof. Dr. Ir. Chanif Mahdi, MS dari Universitas Brawijaya. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Iswahyudi mengenai sosialisasi prosedur pengajuan Nomor Krontrol Veteriner (NKV). NKV harus dilakukan dan sangat penting untuk dilakukan dalam hal pengendalian keamanan produk hewan untuk konsumsi manusia, pungkasnya. NKV sendiri merupakan kegiatan penilaian pemenuhan persyaratan kelayakan dasar sistem jaminan keamanan produk pangan dalam aspek higiene-sanitasi pada unit usaha pangan asal hewan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET) di kota/kabupaten.

pengmas

Sesi kedua dibawakan oleh Prof. Chanif Mahdi mengenai sosialisasi keamanan pangan terutama dalam hal bahaya penggunaan formalin, boraks dan rhodamine sebagai bahan pengawet illegal. Perlunya kesadaran seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya penggunaan bahan pengawet illegal yang dapat mengakibatkan penuaan, berbagai penyakit degeneratif, dan penyakit kanker, pungkas Prof. Chanif dalam presentasinya. Disamping itu, dalam mengurangi kecemasan masyarakat mengenai  dampak negatif bahan pengawet illegal, para peserta juga dianjurkan minum makan dan buah-buahan yang kaya antioksidan untuk menetralisir senyawa toksik tersebut, ucap Guru Besar yang aktif meneliti dalam lingkup biokimia.

thumbnail

Selanjutnya, setelah Seminar pemaparan bahan pengawet illegal berakhir, para peserta dikelompokkan menjadi beberapa grup  untuk mengikuti Workshop pengujian beberapa sampel bahan pangan asal hewani yang ada di pasaran untuk dilakukan uji kualitatif deteksi formalin, boraks, dan rhodamine. Saya sangat antusias mengikuti acara ini karena dapat memberikan pemahaman mengenai keamanan bahan pangan asal hewani dan identifikasi mengenai bahan pengawet illegal di beberapa produk hewan”, ungkap Sugito (55) , pedagang bakso di Kota Malang. (/Sisko)