PENGABDIAN MASYARAKAT ; BIJAK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELOMPOK TERNAK SUKSES BERSAMA DEYENG, KEDIRI

Pengabdian Masyarakat merupakan salah bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, pengabdian masyakarat tetap dilakukan ditengah kondisi Pandemi Covid 19, namun bentuk pelaksanaanya dapat secara daring, luring terbatas dan atau hybrid. Tahun 2021 ini, terdapat kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh drh. Indah Amalia Amri, M.Si dengan tim Mahasiswa KKN Malvin Alrasyid Suyoto, Farah Hamidah, dan Rafi Dzakir Ghalib yang dilaksanakan di Desa Deyeng Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diawali dengan survey lokasi kegiatan dan permohonan ijin pelaksanaan pengmas di Desa tersebut, hal tersebut disambut dengan baik oleh Kepala Desa Deyang dan Sekretaris Desa, Bapak Aris, serta ketua Kelompok Ternak Sukses Bersama, Bapak Zaenal Asrori.

 

Penyuluhan merupakan bentuk usaha pendidikan non-formal kepada kelompok masyarakat yang dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Penyuluhan dan sosialisasi adalah suatu bentuk usaha untuk menyebarluaskan hal-hal baru dan saling bertukar informasi agar masyarakat tertarik dan bersedia untuk melaksanakannya dalam kehiupan sehari-hari. Dalam rangka KKN dan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, diharapkan mahasiswa dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di kelompok ternak serta mendapat pengalaman yang tidak diperoleh saat perkuliahan.

 

Pelaksanaan Pengmas dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2021 dirumah Bapak Zaenal Asrori dengan jumlah peserta peternak adalah 15 peternak, berdasarkan informasi yang didapatkan jumlah total sapi secara keseluruhan di Desa Deyeng adalah 176 ekor. Sebelum dilaksanakan penyuluhan dan sosialisasi, dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman peternak tentang antibiotik. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa peternak sudah cukup paham terkait aturan penggunaan antibiotik di peternakan, salah satunya adalah harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter hewan.