Mengenalkan Konservasi Satwa Liar pada Remaja melalui Pembelajaran Daring

Pandemi COVID-19 ternyata tidak hanya berdampak pada lini ekonomi, tetapi juga aspek lain seperti halnya upaya konservasi satwa liar. Berbagai stigma bermunculan terkait asal-usul virus penyebab penyakit saluran pernapasan ini yang notabene berasal dari satwa liar. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) bekerjasama dengan Wildlife Rescue Centre Jogja (WRC) berupaya menjembatani celah pengetahuan yang berkembang di masyarakat untuk mencegah stigma negatif pada satwa liar terkait munculnya penyakit-penyakit potensial asal satwa liar melalui pembelajaran daring.

Sepanjang bulan September 2020, FKH UB bersama dengan WRC Jogja melakukan diskusi daring kepada empat sekolah serta satu komunitas anak muda di wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta berasal dari MTS Darul Ulum Galur, SMKN 1 Pengasih, SMA IT Abu Bakar Kulonprogo, SMPN 1 Pengasih, dan Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Kulonprogo Upaya yang dikoordinir oleh drh. Andreas Bandang Hardian, MVSc. dari FKH UB dan drh. Irhmana Putri Rahmawati, M.Sc. serta Nizzar Fachry Pradana, S.Si ini diikuti oleh kurang lebih 105 peserta. Selama berlangsungnya diskusi, tim edukasi memberikan gambaran bagaimana manusia seharusnya bertindak di wilayah konservasi dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa FKH UB yaitu Aina Dzatun Nithaquin, Aura Sabilla Nazah, Maria Natalia Tris, M. Ali Akram Syah, dan Pratitha Laksmi Ratnanggani. Kegiatan yang secara khusus menyasar pada generasi muda ini bertujuan untuk mengenalkan peran serta manusia di sekitar kawasan konservasi untuk ikut menjaga, melestarikan, dan mendukung upaya konservasi satwa liar di Kabupaten Kulonprogo dan sekitarnya. Harapannya, pengetahuan dan penyadartahuan tentang pentingnya mengenal hewan dilindungi di kawasan sendiri serta upaya konservasi yang dilakukan baik oleh pemerintah ataupun yayasan konservasi dapat membuka wawasan generasi muda dan memutus rantai perburuan satwa liar di wilayah Kabupaten Kulonprogo. (ABH)