Ditulis pada tanggal 8 Mei 2019, oleh admin, pada kategori Berita

Pengobatan Tradisional Tionghoa di bidang Kedokteran Hewan atau Traditional Chinese Veterinary Medicine (TCVM) dikenal sebagai sistem medis yang telah digunakan di Cina untuk merawat hewan yang sakit selama ribuan tahun. Meskipun demikian bidang keilmuan tersebut baru berkembang di Indonesia sejak tahun 2007. Ketertinggalan Indonesia tentu bukan masalah, namun hal tersebut adalah tantangan yang harus dikejar. Penyelenggaraan seminar dan workshop diharapkan menjadi salah satu media untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian dokter hewan dalam menangani kasus penyakit-penyakit kronis dengan mengkombinasikan pengobatan kedokteran hewan konvensional dan TCVM.

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) telah menyelenggarakan Seminar dan Workshop Small Animal Traditional Chinese Veterinary Medicine Introduction” dengan nara sumber  Ketua Asosiasi Dokter Hewan Pengobatan Tradisional China-Indonesia (ADHPTCI), drh. Tatang Cahyono, CVA, CVCH, CVTP, CVFT., pada hari Senin, 29 April 2019 bertempat di Laboratorium Anatomi Veteriner, FKH UB. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FKH UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc. yang memberikan apresiasi bagi inovasi pengobatan hewan kesayangan dengan mengembangkan ilmu akupuntur dan pengobatan tradisional China lainnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Laboratorium Anatomi Veteriner, drh. Analis Wisnu Wardhana, M.Biomed., dan diikuti oleh 63 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH),serta 7 Dokter Hewan alumni FKH UB.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama merupakan seminar yang membahas mengenai sejarah  TCVM,  pengenalan Chi Institute, dan penjabaran empat cabang fundamental utama dari TCVM, yakni akupuntur, terapi herbal, Tui Na, dan terapi pakan. Kemudian dilanjutkan workshop untuk pengenalan teknik dasar Tui Na Massage dan akupuntur pada hewan. Chi Institute merupakan institusi yang berdedikasi menyediakan pendidikan berkualitas bagi dokter hewan dan mahasiswa kedokteran hewan yang aktif dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCVM) melalui pembelajaran jarak jauh yang inovatif dan praktikum di tempat untuk memenuhi kebutuhan komunitas veteriner global. Chi Institute memiliki kampus utama di Reddick, Florida USA, dan program studi di Australia, Cina, Kosta Rika, Jepang, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, dan Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1998, institusi ini telah meluluskan lebih dari 7000 dokter hewan berlisensi dari 72 negara.

Kegiatan ini secara keseluruhan berjalan dengan sukses dan lancar. Sesuai dengan yang disampaikan oleh drh. Analis bahwa diharapkan kerjasama FKH UB dan Chi Institute dapat dikembangkan lebih jauh lagi. Setelah pengenalan akupuntur dan Tui Na massage pada kegiatan ini, diharapkan ada kegiatan selanjutnya mengenai pengenalan ilmu terapi pakan/ food therapy dan terapi herbal pada hewan, dan pengembangan ilmu TCVM ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk hewan kesayangan dalam terapi kanker, tumor, gangguan saluran kencing, gangguan liver, gangguan jantung, gangguan kulit, gangguan syaraf, dan epilepsi.

Workshop Tui Na Massage dan Akupuntur pada Anjing

 

Oleh Aldila Noviatri

7 mei 2019