Program Kedokteran Hewan (PKH) UB merupakan rintisan fakultas ke 13 di UB yang berdiri berdasarkan SK Rektor UB No. 260/SK/2008, dan penyelenggara Pendidikan Kedokteran Hewan ke 6 setelah Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB),  Universitas Airlangga (Unair), Universitas Syah Kuala (Unsyiah) Aceh  dan Universitas Udayana Bali. Saat pendirian, PKH UB memiliki satu Program Studi (PS) yaitu PS Pendidikan Dokter Hewan (PS PDH), yang berdiri berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 2953/D/T/2008.  Tanggal dikeluarkannya SK tersebut dijadikan sebagai Dies Natalis PKH-UB yaitu tanggal 4 September 2008. Saat ini PS PDH sudah memiliki ijin perpanjangan PS dengan Surat No. 2960/D/T/K-N/2010 yang berlaku sampai dengan 16 Desember 2014. Dalam perkembangannya, PS PDH telah memiliki sertifikat Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan predikat B (Baik) yang berlaku sampai 4 November 2016. Selama 5 tahun berjalan, PKH UB telah memiliki 650 mahasiswa aktif dalam PS. PDH dan Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). Sebagai salah satu penyelenggara pendidikan kedokteran hewan di Indonesia, saat ini PKH UB juga tergabung dalam forum kerjasama dalam Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) bersama 10 FKH/Program lainnya di Indonesia, serta South East Asia Veterinary School Association (SEAVSA) dan Asian Assosiation of Veterinary School (AAVS). Dalam perhimpunan ini, PKH-UB berperan aktif dalam melakukan kolaborasi pertukaran ilmu dan teknologi, pertukaran mahasiswa, peneliti dan dosen, serta akreditasi internasional pendidikan kedokteran hewan.

Pada Tahun Akademik 2012/2013 PS PDH telah meluluskan 26 orang Sarjana Kedokteran Hewan (SKH) dimana semua lulusan tersebut sekarang melaksanakan PPDH di UB yang bekerja sama dengan FKH Unair dan Praktek Dokter Hewan Bersama (PDHB) 24 jam di Jakarta. Dengan adanya Asian Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015, memungkinkan masuknya lulusan dokter hewan dari luar negeri, serta calon mahasiswa kedokteran hewan dari negara  lain, sehingga dapat meningkatkan kompetisi lapangan kerja bagi lulusan kedokteran hewan dalam negeri. Untuk itu diperlukan standardisasi kompetensi lulusan baik Sarjana Kedokteran Hewan, maupun Dokter Hewan di Indonesia. Dalam  upaya mewujudkan hal tersebut, saat ini PKH-UB juga telah berperan aktif dalam penyusunan kurikulum standard internasional yang dilakukan bersama di tingkat AFKHI, serta SEAVSA dan AAVS yang akan disahkan pada konggres SEAVSA bulan September 2013. Dengan adanya standadisasi kurikulum tersebut, diharapkan lulusan dokter hewan di setiap universitas penyelenggara pendidikan kedokteran  hewan memiliki kompetensi minimal yang dapat bersaing.